Senin, 08 Januari 2018

FITRAH SEKSUALITAS # review 3

Terus terang saya merasa kok makin kesini mama mama kece di IIP TANGSEL TANGKOT ini keren dan smart, selalu adasaja ilmu yang ditularkan, salah satunya persentasi oleh kelompok 3 ini yang terdiri dari Mba Puri dan Mba Mega,  seruuuuu...

Mereka membahas dari sisi Media Edukasi terkait Fitrah seksualitas.  Karena mereka memiliki anak anak, maka mereka  sehingga konsepnya *kid's oriented*, kenapa ?

๐Ÿ“ anak-anak kami di rumah bervariasi usia.
๐Ÿ“ selama ini, pendidikan akan fitrah seksualitas pun secara bertahap sudah kami 'instal' baik melalui diskusi serius, maupun saat moment santai tapi tepat, menyesuaikan dengan usia masing2 anak
๐Ÿ“sehingga, *level pengetahuan* yang dimiliki anak-anak kami di rumah berkaitan dengan fitrah seksualitas pun *beragam* sesuai usia mereka masing2.

Lalu mereka menggunakan Media edukasi yang disebut *ATS* (jujur saya pun baru mendengar kali ini ๐Ÿ˜†). Dikira saya memang kuper ternyata ini mba puri yang mengarang sendiri๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

ATS yaitu *ASK TO SOLVE*

Ternyata ATS Ini terinspirasi dari sebuah artikel yang dia baca sekitar 6-7 tahun yang lalu tentang *the power of asking*

Artikel tsb menyebutkan, bahwa orang yang semakin banyak bertanya adalah orang yang semakin banyak menggunakan otaknya untuk berpikir.

Dan salah satu artikel lain menyebutkan....
Konon katanya...
Di Jepang ๐Ÿ‡ฏ๐Ÿ‡ต sana
Lulusan S1 diharapkan mampu menyelesaikan masalah yang ada.

Sedangkan syarat untuk lulus S2 adalah mampu *menemukan masalah dan mencari solusi masalah tsb*

Lalu syarat lulus S3 adalah bisa *menciptakan masalah sekaligus menemukan solusinya*

Berdasarkan informasi tsb, maka sejak 6 tahun yang lalu mba puri iseng meramu konsep *ATS*...
Yang kemudian menjadi salah satu ritual keluarga di rumahnya. (ishhh keren banget memang ibu yang satu ini). Menurutnya metode ini dahsyat karena kekuatan bertanya agar anak terampil berpikir kreatif

Penasaran bagaimana mereka meramu ATS di level 11 ini, ternyata mereka punya rules nya yang sangat sederhana :

๐Ÿญ Berikan satu *keywords* pada anak-anak. (notes: keywords dapat berbentuk gambar, dongeng, tayangan dll)

๐Ÿญ Minta anak untuk *membuat beberapa pertanyaan* berkaitan dengan keywords yang diberikan. (kali ini kami meminta setial anak untuk membuat 2-3 pertanyaan)

๐Ÿญseluruh pertanyaan yang terkumpul akan dibahas bersama.

๐Ÿญsebutkan pertanyaan satu per satu, dan tawarkan pada anak-anak apakah ada yang *mau/bisa* menjawab.

๐Ÿญjika tidak ada yang bisa menjawab, maka jawaban akan dicari bersama dengan bantuan media literasi yang ada (buku bacaan, internet dll)

Media *ATS* ini merujuk pada pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan mengukur...
Sejauh mana *pemahaman dan pengetahuan setiap anak berkaitan dengan FITRAH SEKSUALITAS*
Sehingga dapat memberikan solusi edukasi yang sesuai KEBUTUHAN masing-masing anak...

Dalam media ATS ini mereka mengambil judul "PERBEDAAN LAKI LAKI DENGAN PEREMPUAN", kebayangkan pertanyaan anak anak yang masih polos,  tapi menurut mba puri dan mba mega justru anak anak ini malah bisa membuat kita speechless lho dan diluar dugaan kita.  Karena menurut saya sebenarnya anak anak itu selalu berpikir kreatif dan penuh pertanyaan.

Yuk kita lihat pertanyaannya
Pertanyaan Acha (8th):

  1. Kenapa suara laki-laki bisa berubah?
  2. Kenapa laki-laki punya jakun, perempuan tidak?

Pertanyaan Virnie (10th):

  1. Kenapa anak perempuan bisa menjadi tomboy?
  2. Kenapa bokong wanita lebih besar  daripada laki-laki?
  3. Kenapa wanita lebih manja daripada pria?

Pertanyaan Azza (11th):

  1. Mengapa suara perempuan termasuk aurat, tidak seperti laki-laki?
  2. Kenapa perempuan tidak boleh menjadi imam solat di mesjid?
  3. Kenapa perempuan tidak boleh adzan di mesjid?

Pertanyaan Raymahi (12th):
Kenapa laki-laki harus melindungi perempuan?

Pertanyaan Rihal (8th):

  1. Kenapa kalau solat perempuan gak boleh pakai peci?
  2. Kenapa kalau solat, laki-laki gak boleh pakai mukena?
Kedua pertanyaan Rihal ini kemudian memiliki turunan dan jadi berkembang menjadi:
  1. Kenapa orang Arab pakai sorbannya seperti pakai jilbab? 
  2. Kenapa orang Arab pakainya sorban? Bukan peci seperti orang Indonesia?
  3. Kok baju laki-laki Arab juga seperti daster perempuan?

Hayooo ibu ibu ada yang bisa jawab? Tenang banyak media literasi yang bisa kita jelaskan ke anak anak kita,  jangan sampai kita menjawab dari sananya sudah begitu ya padahal karena orang tuanya malas melek informasi.  Bimbinglah anak anak kita dalam menemukan jawabannya. 

Berdasarkan beberapa pertanyaan tersebut
Kebutuhan edukasi  untuk *Acha, Virnie dan Rihal* saat ini adalah:
Fitrah Seksualitas yang berkaitan dengan
⏩ perubahan fisik laki-laki dan perempuan
⏩ sisi psikologis laki-laki dan perempuan
⏩ perbedaan perilaku laki-laki dan perempuan

kebutuhan edukasi bagi *Azza dan Raymahi* yang jelang memasuki masa akil baligh adalah:
Fitrah seksualitas yang berkaitan dengan
⏩ aspek sosial dan spiritual laki-laki dan perempuan 
⏩ perbedaan fungsi/peran/tugas laki-laki dan perempuan, baik secara nilai dan norma masyarakat maupun secara hukum Qur'an Hadist..
Sebagai persiapan untuk menjalankan peran sebagai *suami/istri serta ayah/ibu* di masa depan

Menurut mba mega dan mba puri manfaat ATS ini yaitu :
  1. Melatih anak untuk jeli menemukan masalah dan mengatasinya (problem solver)
  2. Melatih daya juang anak untuk mencari solusi
  3. Melatih anak untuk berani 'speak up' dan bertanya
  4. Melatih rasa percaya diri
  5. Melatih berpikir kritis dan kreatif
  6. Melatih anak untuk memahami, bahwa untuk satu obyek yang sama, bisa jadi ada berbagai pendapat dan sudut pandang yang berbeda
  7. Melatih anak menghargai perbedaan pendapat dan sudut pandang
  8. Melatih anak untuk bersabar (antri untuk bertanya dan menunggu pertanyaannya terjawab)
  9. Melatih anak mendengar aktif
  10. Sarana mempererat bonding keluarga
Dari persentasi kelompok 3 ini kok ya saya merasa belum memancing rasa ingin tau anak ya,  dan sepertinya mulai semangat untuk membuat media edukasi agar banyak pertanyaan muncul dari anak.  Jangan sampai jaman jaman era 90 an yang mana kalau sekolah itu patokannya harus bisa menjawab soal,  tapi nampaknya mindset itu harus kita ubah yaitu,  kalau disekolah ataupun dirumah anak bisa memunculkan seribu pertanyaan yang terkadang tidak terpikirkan oleh orang dewasa sehingga orang dewasa mencoba belajar kembali. Diharapkan dengan pertanyaan pertanyaan tersebut semakin dewasa anak lebih mudah menemukan akar masalah dan lebih mudah menyelesaikan masalah yang ada seperti di jepang. 

Minggu, 07 Januari 2018

FITRAH SEKSUALITAS #Review 2

Next... Giliran persentasi dari grup kelompok 2 yang diberi nama Trio Mentari menyampaikan persentasi fitrah seksualitas yang dituliskan sebagai berikut :

๐Ÿ’–*FITRAH* ๐Ÿ’–

๐ŸŒ€ Konsep Islam tentang asal mula kejadian [1]
๐ŸŒ€ 20 Kali ~ 17 Surat ~ 19 Ayat [2]
๐ŸŒ€ Sifat asli, bakat, pembawaan perasaan keagamaan [3]

-------------------------------
[1] Ust. Harry Santosa
[2] Al Quran
[3] KBBI

---------------------------

                *FITRAH*
                       ⬇
    KEIMANAN (QS.7:172)
  ↗                                  ↙
*SEKSUALITAS*    BAKAT
(QS.30:21)        (QS.17:84)
       ↖                          ↙
     BELAJAR (QS.3:7&18)

------------------------------
*FITRAH SEKSUALITAS*

✍๐Ÿป Seksualitas
๐Ÿ”… Konsep eksistensi ➡ Emosi, cinta, ekspresi, perspektif, & orientasi atas tubuh yang lain
๐Ÿ”… Ruang kebudayaan manusia
๐Ÿ”… Instingtif, intrinsik, fitrah

-------------------------------
*FITRAH SEKSUALITAS*

❤ Anugerah Allah
๐Ÿ“– QS. Al Baqarah : 222-223
๐Ÿ“– QS. An Nisa : 1
๐Ÿ“– QS. Al A'raf : 80-81
๐Ÿ“– QS. Al Isra' : 32
๐Ÿ“– QS. An Nur : 30-31
๐Ÿ“– QS. Ar Rum : 21
๐Ÿ“– QS. Al Ahzab : 59
๐Ÿ“– QS. Al Mu'minuun : 5-7
๐Ÿ“– QS. Az Zariyat : 49
๐Ÿ“– QS. At Tiin : 4

------------------------------

*MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUALITAS*


❗ _*SANGAT PENTING*_ ❗

❓ _Why_❓
๐Ÿ’‘ Tidak ada penyimpangan fitrah seksualitas
๐Ÿ’‘ Tidak berlebihan dalam menyalurkan dorongan seksualitas
๐Ÿ’‘ Tidak mengumbar syahwat
๐Ÿ’‘ Sejalan dengan perintah Allah ๐Ÿ‘‰๐Ÿป QS.49:13

------------------------------
⏳ *TANTANGAN ZAMAN*⏳

⛔ Ortu bekerja ➡ Salah satu/ keduanya/ ortu tunggal
⛔ Alasan ➡ Sibuk/Tidak ada waktu
⛔ Menunggu informasi ➡ Bukan mencari
⛔ Kurang ilmu
⛔ Gadget ➡ Sosmed, iklan pornografi, dll
⛔ Pengasuhan oleh orang lain, di sub kontrak kan.

--------------------------------
✨✨ *SOLUSI*✨✨

๐Ÿ’– Sediakan waktu ➡ Bukan sisakan waktu
๐Ÿ’– Berhenti beralasan
๐Ÿ’– Mencari informasi ➡ Manfaaatkan kemudahan teknologi Online/offline
๐Ÿ’– Banyak membaca
๐Ÿ’– Tanpa gadget di depan anak ➡ Tegas ➡ Menahan diri
๐Ÿ’– Pengasuhan sendiri atau orang terdekat
๐Ÿ’– kreatif

------- ---- - ---- ------ --------

*METODE EDUKASI*

๐Ÿ‘ซ *Pendidikan seksualitas berarti*๐Ÿ‘ซ

mengajarkan totalitas kepribadian seseorang dan menumbuhkan fitrah gender. Contoh๐Ÿ‘‡

❣ Anak perempuan ➡ ditumbuhkan fitrah kePerempuanan – keBundaan

❣ Anak laki-laki ➡ ditumbuhkan  fitrah keLaki-lakian – keAyahan.


*Ketika anak bertanya tentang seks?*

  1. Sesuaikan dengan usia anak
  2. Sesuaikan dengan kecerdasan anak
  3. landasi aturan agama - cara agama sesuai Quran Hadist
  4. Sesuai anjuran medis/kesehatan
  5. Tanamkan value, baru penjelasan
  6. Dampingi penuh oleh orangtua’
  7. Bangun dan tumbuhkan ke–LEKAT– an & ke–DEKAT-an antara anak dan orang tua



*Kiat menghadapi pertanyaan anak*

  1. Tenang, kontrol diri dan jangan panik (relax)
  2. Tarik nafas panjang and take it easy
  3. Cek pemahaman anak dengan bertanya kembali : *"yang kamu tahu apa nak?“* Jawab Pendek dan Singkat 
  4. Kunci jawaban dengan norma agama
  5. Gunakan Kesempatan Emas  atau ketika ketemu momen yang pas


*Mendidik sesuai dengan tahapan usia*

๐Ÿ“Œ *USIA 0-5 tahun*

  1. Ajarkan tubuhnya berharga - minta izin ketika memegang bagian vital tubuhnya Kenalkan nama anggota badan (yang benar)
  2. Hubungkan dengan Allah SWT
  3. Ajarkan 3 jenis Sentuhan dengan 3B (Bermain – Bernyanyi – Bercerita)
  4. Tuntas Toilet Training di usia 3 tahun
  5. 0 – 2 tahun : ke–LEKAT– an → menyusui
  6. Tanamkan rasa malu dengan aturan aurat
  7. Menanamkan jiwa maskulinitas/feminitas


๐Ÿ“Œ *USIA 5-7 tahun*

  1. Jelaskan : keluarga, muhrim, orang asing 
  2. menahan pandangan & menjaga kemaluan
  3. Biasakan tertib tidur, pisah selimut/kamar
  4. Biasakan berLatih tertib mandi, jaga aurat
  5. Latih berani berkata “Tidak !”
  6. Yakinkan anak berbagi rahasia dengan kita
  7. Kedekatan paralel : mempertegas pembeda identitas sebagai laki-laki/ perempuan

๐Ÿ“Œ *USIA 7-10 tahun*

  1. Anak laki-laki - ayah → aktivitas motorik bersama ayah, shalat berjamaah, menghayati peran sosial kelaki-lakian / keayahan
  2. Anak perempuan - ibu → taktis merawat, menghayati peran sosial keperempuanan-keibuan
  3. Pisah tempat tidur/beri sekat
  4. Sesama perempuan / sesama laki-laki tidak satu selimut
  5. Etika berhias


Setiap anak berhak memahami perkembangan dirinya secara akurat dan positif maka penuhilah hak anak tersebut.

Selalu temani dan dampingi anak dalam proses menumbuhkan fitrah seksualitasnya, sehingga anak-anak menjalani dan melalui proses AQIL BALIQH secara bersamaan.

❤ Anugerah Allah
๐Ÿ“– QS. Al Baqarah [2] : 222-223

ูˆَูŠَุณْุฃَู„ُูˆู†َูƒَ ุนَู†ِ ุงู„ْู…َุญِูŠุถِ ۖ ู‚ُู„ْ ู‡ُูˆَ ุฃَุฐًู‰ ูَุงุนْุชَุฒِู„ُูˆุง ุงู„ู†ِّุณَุงุกَ ูِูŠ ุงู„ْู…َุญِูŠุถِ ۖ ูˆَู„َุง ุชَู‚ْุฑَุจُูˆู‡ُู†َّ ุญَุชَّู‰ٰ ูŠَุทْู‡ُุฑْู†َ ۖ ูَุฅِุฐَุง ุชَุทَู‡َّุฑْู†َ ูَุฃْุชُูˆู‡ُู†َّ ู…ِู†ْ ุญَูŠْุซُ ุฃَู…َุฑَูƒُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ۚ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠُุญِุจُّ ุงู„ุชَّูˆَّุงุจِูŠู†َ ูˆَูŠُุญِุจُّ ุงู„ْู…ُุชَุทَู‡ِّุฑِูŠู†َ

222. Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

ู†ِุณَุงุคُูƒُู…ْ ุญَุฑْุซٌ ู„َูƒُู…ْ ูَุฃْุชُูˆุง ุญَุฑْุซَูƒُู…ْ ุฃَู†َّู‰ٰ ุดِุฆْุชُู…ْ ۖ ูˆَู‚َุฏِّู…ُูˆุง ู„ِุฃَู†ْูُุณِูƒُู…ْ ۚ ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุงุนْู„َู…ُูˆุง ุฃَู†َّูƒُู…ْ ู…ُู„َุงู‚ُูˆู‡ُ ۗ ูˆَุจَุดِّุฑِ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ

223. Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

๐Ÿ“– QS. An Nisa [4] : 1

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุงุชَّู‚ُูˆุง ุฑَุจَّูƒُู…ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู†َูْุณٍ ูˆَุงุญِุฏَุฉٍ ูˆَุฎَู„َู‚َ ู…ِู†ْู‡َุง ุฒَูˆْุฌَู‡َุง ูˆَุจَุซَّ ู…ِู†ْู‡ُู…َุง ุฑِุฌَุงู„ًุง ูƒَุซِูŠุฑًุง ูˆَู†ِุณَุงุกً ۚ ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„َّุฐِูŠ ุชَุณَุงุกَู„ُูˆู†َ ุจِู‡ِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุญَุงู…َ ۚ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูƒَุงู†َ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุฑَู‚ِูŠุจًุง

1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

๐Ÿ“– QS. Al A'raf [7] : 80-81

ูˆَู„ُูˆุทًุง ุฅِุฐْ ู‚َุงู„َ ู„ِู‚َูˆْู…ِู‡ِ ุฃَุชَุฃْุชُูˆู†َ ุงู„ْูَุงุญِุดَุฉَ ู…َุง ุณَุจَู‚َูƒُู…ْ ุจِู‡َุง ู…ِู†ْ ุฃَุญَุฏٍ ู…ِู†َ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ

80. Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?"

ุฅِู†َّูƒُู…ْ ู„َุชَุฃْุชُูˆู†َ ุงู„ุฑِّุฌَุงู„َ ุดَู‡ْูˆَุฉً ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِ ุงู„ู†ِّุณَุงุกِ ۚ ุจَู„ْ ุฃَู†ْุชُู…ْ ู‚َูˆْู…ٌ ู…ُุณْุฑِูُูˆู†َ

81. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

๐Ÿ“– QS. Al Isra' [17] : 32

ูˆَู„َุง ุชَู‚ْุฑَุจُูˆุง ุงู„ุฒِّู†َุง ۖ ุฅِู†َّู‡ُ ูƒَุงู†َ ูَุงุญِุดَุฉً ูˆَุณَุงุกَ ุณَุจِูŠู„ًุง

32. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

๐Ÿ“– QS. An Nur [24] : 30-31

ู‚ُู„ْ ู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูŠَุบُุถُّูˆุง ู…ِู†ْ ุฃَุจْุตَุงุฑِู‡ِู…ْ ูˆَูŠَุญْูَุธُูˆุง ูُุฑُูˆุฌَู‡ُู…ْ ۚ ุฐَٰู„ِูƒَ ุฃَุฒْูƒَู‰ٰ ู„َู‡ُู…ْ ۗ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุฎَุจِูŠุฑٌ ุจِู…َุง ูŠَุตْู†َุนُูˆู†َ

30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".

ูˆَู‚ُู„ْ ู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ ูŠَุบْุถُุถْู†َ ู…ِู†ْ ุฃَุจْุตَุงุฑِู‡ِู†َّ ูˆَูŠَุญْูَุธْู†َ ูُุฑُูˆุฌَู‡ُู†َّ ูˆَู„َุง ูŠُุจْุฏِูŠู†َ ุฒِูŠู†َุชَู‡ُู†َّ ุฅِู„َّุง ู…َุง ุธَู‡َุฑَ ู…ِู†ْู‡َุง ۖ ูˆَู„ْูŠَุถْุฑِุจْู†َ ุจِุฎُู…ُุฑِู‡ِู†َّ ุนَู„َู‰ٰ ุฌُูŠُูˆุจِู‡ِู†َّ ۖ ูˆَู„َุง ูŠُุจْุฏِูŠู†َ ุฒِูŠู†َุชَู‡ُู†َّ ุฅِู„َّุง ู„ِุจُุนُูˆู„َุชِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ุขุจَุงุฆِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ุขุจَุงุกِ ุจُุนُูˆู„َุชِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ุฃَุจْู†َุงุฆِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ุฃَุจْู†َุงุกِ ุจُุนُูˆู„َุชِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ุฅِุฎْูˆَุงู†ِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ุจَู†ِูŠ ุฅِุฎْูˆَุงู†ِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ุจَู†ِูŠ ุฃَุฎَูˆَุงุชِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ู†ِุณَุงุฆِู‡ِู†َّ ุฃَูˆْ ู…َุง ู…َู„َูƒَุชْ ุฃَูŠْู…َุงู†ُู‡ُู†َّ ุฃَูˆِ ุงู„ุชَّุงุจِุนِูŠู†َ ุบَูŠْุฑِ ุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ْุฅِุฑْุจَุฉِ ู…ِู†َ ุงู„ุฑِّุฌَุงู„ِ ุฃَูˆِ ุงู„ุทِّูْู„ِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู„َู…ْ ูŠَุธْู‡َุฑُูˆุง ุนَู„َู‰ٰ ุนَูˆْุฑَุงุชِ ุงู„ู†ِّุณَุงุกِ ۖ ูˆَู„َุง ูŠَุถْุฑِุจْู†َ ุจِุฃَุฑْุฌُู„ِู‡ِู†َّ ู„ِูŠُุนْู„َู…َ ู…َุง ูŠُุฎْูِูŠู†َ ู…ِู†ْ ุฒِูŠู†َุชِู‡ِู†َّ ۚ ูˆَุชُูˆุจُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฌَู…ِูŠุนًุง ุฃَูŠُّู‡َ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชُูْู„ِุญُูˆู†َ

31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

๐Ÿ“– QS. Ar Rum [30] : 21

ูˆَู…ِู†ْ ุขูŠَุงุชِู‡ِ ุฃَู†ْ ุฎَู„َู‚َ ู„َูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุฃَู†ْูُุณِูƒُู…ْ ุฃَุฒْูˆَุงุฌًุง ู„ِุชَุณْูƒُู†ُูˆุง ุฅِู„َูŠْู‡َุง ูˆَุฌَุนَู„َ ุจَูŠْู†َูƒُู…ْ ู…َูˆَุฏَّุฉً ูˆَุฑَุญْู…َุฉً ۚ ุฅِู†َّ ูِูŠ ุฐَٰู„ِูƒَ ู„َุขูŠَุงุชٍ ู„ِู‚َูˆْู…ٍ ูŠَุชَูَูƒَّุฑُูˆู†َ

21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

๐Ÿ“– QS. Al Ahzab [33] : 59

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ู‚ُู„ْ ู„ِุฃَุฒْูˆَุงุฌِูƒَ ูˆَุจَู†َุงุชِูƒَ ูˆَู†ِุณَุงุกِ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูŠُุฏْู†ِูŠู†َ ุนَู„َูŠْู‡ِู†َّ ู…ِู†ْ ุฌَู„َุงุจِูŠุจِู‡ِู†َّ ۚ ุฐَٰู„ِูƒَ ุฃَุฏْู†َู‰ٰ ุฃَู†ْ ูŠُุนْุฑَูْู†َ ูَู„َุง ูŠُุคْุฐَูŠْู†َ ۗ ูˆَูƒَุงู†َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุบَูُูˆุฑًุง ุฑَุญِูŠู…ًุง

59. Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

๐Ÿ“– QS. Al Mu'minuun [23] : 5-7

ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ู‡ُู…ْ ู„ِูُุฑُูˆุฌِู‡ِู…ْ ุญَุงูِุธُูˆู†َ

5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

ุฅِู„َّุง ุนَู„َู‰ٰ ุฃَุฒْูˆَุงุฌِู‡ِู…ْ ุฃَูˆْ ู…َุง ู…َู„َูƒَุชْ ุฃَูŠْู…َุงู†ُู‡ُู…ْ ูَุฅِู†َّู‡ُู…ْ ุบَูŠْุฑُ ู…َู„ُูˆู…ِูŠู†َ

6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

ูَู…َู†ِ ุงุจْุชَุบَู‰ٰ ูˆَุฑَุงุกَ ุฐَٰู„ِูƒَ ูَุฃُูˆู„َٰุฆِูƒَ ู‡ُู…ُ ุงู„ْุนَุงุฏُูˆู†َ

7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

๐Ÿ“– QS. Az Zariyat [51] : 49

ูˆَู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ุฎَู„َู‚ْู†َุง ุฒَูˆْุฌَูŠْู†ِ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุฐَูƒَّุฑُูˆู†َ

49. Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.

๐Ÿ“– QS. At Tin [95] : 4

ู„َู‚َุฏْ ุฎَู„َู‚ْู†َุง ุงู„ْุฅِู†ْุณَุงู†َ ูِูŠ ุฃَุญْุณَู†ِ ุชَู‚ْูˆِูŠู…ٍ

4. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

----------------------------------------

Kalau dilihat dari penjelasan kelompok 2 ini sama sama menggunakan tingkatan fase seperti kelompok 1 tapi disini pembahasannya lebih ke arah pendidikan seksual sesuai tahapan usia dari sisi agama islam. Hal ini juga dijelaskan dalam buku "Tarbiyatul Aulad" bab VII Tanggung Jawab dan Pendidikan Seks.
Dalam buku ini, fase pertama usia 7-10 tahun, fase ini disebut tamyiz (mulai mampu membedakan), pada tahap ini anak diajari etika meminta izin dan memandang.
Fase kedua,  usia 10-14 tahun pada fase ini anak dijauhkan dari semua rangsangan seksual.
Fase ketiga,  usia 14-16 tahun (baligh), anak diajarkan etika hubungan seksual jika sudah siap menikah.
Fase keempat, usia setelah baligh, anak diajarkan etika menjaga kesucian bila belum mampu menikah.

Tahapan ini dilakukan agar anak memahami mana yang halal dan mana yang haram dan memiliki akhlak perilaku islami.

Sabtu, 06 Januari 2018

FITRAH SEKSUALITAS Review #1

Sudah tidak terasa kelas bunda sayang sudah memasuki level 11, kali ini tantangan lebih seru dan berbeda dimana kami dibuat kelompok dan harus membuat persentasi terkait " Pentingkah Membangkitkan Fitrah Seksualitas Anak?". Lalu setiap individu diminta untuk memberikan review dari setiap persentasi. Saya suka sekali dengqn materi ini karena maraknya masalah LGBT dan berkumpul dengan ibu ibu profesional yang smart untuk bersatu memerangi masalah ini.

Semalam diskusinya seru dimana kelompok 1 yang terdiri dari mba nani dan mba irma mempresentasikan mengenai tahapan usia dalam membangun fitrah seksualitas anak melalui video via youtube yang sangat menarik dan kreatif, untuk link nya bisa dilihat disini :
http://bit.ly/FitrahSeksual

Sedangkan untuk ringkasan video bisa dilihat pada gambar berikut :

Berdasarkan persentasi mba nani dan mba irma dari ust Harry Santosa ini bahwa penumbuhan fitrah seksualitas perlu dibangun dari usia 0 - 15 tahun, dimana ada beberapa tahap usia yang membutuhkan kedekatan ayah dan ibu ataupun salah satu saja.

Tahapan membangun fitrah seksualitas anak

Usia 0 - 2 tahun
Anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya, karena ada menyusui

Usia 3 - 6 tahun
Anak laki laki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah dan ibunya.
Fungsi : agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional, terlebih anak sudah memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun.

Usia 7 - 10 tahun
Anak laki laki lebih didekatkan kepada ayah, karena di usia ini ego sentrisnya mereda bergeser ke sosio sentris, mereka sudah punya tanggung jawab moral dan ada perintah sholat.
Bagi para ayah, tuntun anak untuk memahami peran sosialnya diantaranya sholat berjamaah, bermain dengan ayahdalam bersikap dan bersosialm menghayati peran kelakian dan peran keayahan di pentas sosial. Ayah harus menjadi lelaki pertama yang dikenang anak lelakinya dalam peran seksualitas, yang menjelaskan tatacara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma bagi seorang lelaki.
Begitu pula anak perempuan didekatkan ke ibunya agar peran keperempuanan dan peran keibuannya bangkit. Ibu harus menjadi wanita pertama hebat yang dikenang anak perempuannya dalam seksualitas keperempuannya. Ibu pula orang pertama yang harus menjelaskan makna adanya rahim dan telur yang siap dibuahi oleh anak perempuannya.

Usia 10 - 14 tahun
Pada ada tahap ini anak laki laki didekatkan pada ibu dan anak perempuan didekatkan pada ayah.
Fungsi : 
Anak lelaki didekatkan ke ibu agar seorang lelaki yang sudah masa baligh dan sudah memiliki ketertarikan pada lawan jenis harus memahami secara empati sosok wanita terdekatnya, yaitu ibunya, bagaimana  lawan jenisnya harus dipelakukan oleh seorang lelaki. Bagi anak lelaki ibunya harus menjadi sosok wanita ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya
Anak perempuan didekatkan ke ayah agar seorang perempuan yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis di saat yang sama harus memahami secara empati langsung sosok lelaki terdekatnya, yaitu ayahnya, bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dilihat dari kacamata laki laki. Bagi anak perempuan, ayahnyaharus menjadi lelaki ideal baginya dan tempat curhat baginya.

Mengapa menumbuhkan fitrah seksualitas ini penting?

Maraknya masalah LGBT dan ditengah polemik peraturan beberapa negara yang melegalkan LGBT sungguh membuat saya sedih dan selalu ingin memeluk erat anak anak saya. Tapi bukan saatnya berdiam diri melainkan orang tua harus mulai memikirkan solusi dalam menumbuhkan fitrah seksualitas anak, kafena jika fitrah seksualitas anak sudah berhasil tumbuh insya allah tidak ada lagi masalah penyimpangan gender.
Kondisi sekarang ini menurut saya bisa diakibatkan kurangnya kedekatan kedua orang tua sesuai tahapan usia, atau hanya satu orang tua yang dominan.
Tentunya selain fitrah seksualitas perlu juga dibangun fitrah iman sebagai makhluk allah swt. Jika dengan iman yang kuat dan peran kedua orang tua insya allah masalah LGBT musnah dari muka bumi ini.


Apa Hapannya?

Semoga para orang tua berhasil menumbuhkan fitrah seksualitas anak- anaknya, agar anak lelaki tumbuh menjadi seorang lelaki dan ayah sejati dan anak perumpuan tumbuh menjadi seorang perempuan dan ibu sejati


Referensi :
Buku "Fitrah Based On Education" oleh ust. Harry Santosa

Selasa, 12 Desember 2017

PLANET PELIPUR LARA


Siang ini fachry sedang sedih karena ibu tidak bisa menemaninya bermain dikarenakan ibu sedang sakit.  Fachry mengajak ibu bermain sensory play pasir dan dino.  Lalu ibu mencoba menghiburnya dengan bercerita dari gambar planet yang fachry buat di dinding.
"Hai aku adalah planet saturnus yang memiliki cincin,  aku melihat ada anak yang sedang sedih,  hei anak kecil kamu kenapa? " fachry mulai berhenti menangis tapi tidak menjawab.
Lalu saturnus berkata "wah dia tidak menjawab,  aku akan coba bertanya dengan temanku uranus ah,  hei uranus kamu coba tanya anak yang sedang bersedih itu deh dia tidak menjawab aku". Lalu uranus menjawab "hmm baiklah aku coba,  anak kecil aku adalah uranus,  kamu kenapa sedih? ". Fachry mulai tersenyum tapi tidak mau menjawab. Tak lama uranus pun kembali bingung,  dia mulai mencari temannya si jupiter "hai jupiter anak kecil itu tidak mau menjawab pertanyaanku,  mungkin dia mau menjawab pertanyaanmu". Lalu pertanyaan mulai bergilir ke uranus,  merkurius,  matahari sampai roket.  Sampai fachry tertawa.

Cerita yang ibu buat ini ternyata mampu menghibur fachry yang sedang sedih.

Sabtu, 09 Desember 2017

Ketika Ibu belajar menjadi Ilustrator


Fachry dan sepupunya kirana dengan jarak umur yang tidak jauh dan udah kaya kakak adik,  kalau mereka bersatu membuat ibunya ga bisa tidur dan rumah menjadi "indah"..

Pengen coba coba buat ilustrasi kalian berdua,  pas sudah jadi fachry katanya minta diceritain... Mungkin karena kalau baca buku suka dibacain nama ilustratornya dan tokohnya kali ini diri dia sendiri  ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Sebelum tidur siang ibu story telling ini dulu dan fachry selalu minta diulang...

Rabu, 06 Desember 2017

EPEN VS SUARA IBU



Malam hari fachry minta dibacakan buku ensiklopedi yang ada epen nya, dia membaca buku disnosaurus dan macam macam binatang. Tetapi lama kelamaan jadi mengantuk dan bosan. Lalu dia meminta ibunya menjelaskan gambar tikus tanah. Iseng iseng ibu menceritakan gambar gambar tersebut dengan cerita karangan ibu seperti dongeng dongeng imajinasi yang binatangnya semua berbicara dan bercerita, lalu setelah itu ibu menawarkan ke fachry mau pakai pulpen atau suara ibu saja?. Dan jawabannya adalah "suara ibu aja". Yessss, ibu berhasil. Ternyata buku memang hanya panduan saja selebihnya ibu kali ini yang berimajinasi masuk ke dalam dunia anak sambil menanamkan pengetahuan dan moral. Selain itu bonding dengan ibu lebih kuat dari pada bonding dengan epen.

Selasa, 05 Desember 2017

KUDANIL YANG SUKA MANDI


Pagi pagi ibu sudah rapi dan fachry masih terlelap dalam tidurnya. Ibu mencoba membangunkannya tetapi dia tidak bergeming dan semakin pulas.  Biasanya kalau langsung dibangunkan moodnya langsung berubah ikut marah atau bisa jadi menangis,  tetapi kalau ibu bermain peran dengan sebuah dongengan "Kudanil yang senang mandi" kira kira apa yang terjadi ya?
"Suatu hari datang seekor kudanil yang kepanasan dan ingin segera mandi,  badannya terasa bau,  tetapi kudanil butuh seseorang untuk menemaninya bermain air lalu tiba tiba kudanil melihat ada raksasa bernama fachry yang sedang tertidur pulas "raksasa ayo bangun,  temani aku bermain air,  badanku kotor dan gerah, aku butuh teman bermain air! "

Tiba tiba mata fachry mulai terbuka walaupun masih ngantuk,  wajahnya tersenyum sambil meniup kudanil,  lalu ibu menerbangkan kudanil seolah olah tertiup angin kencang dari mulut raksasa dan pingsan karena bau..

Setelah itu fachry pun langsung mau mandi ๐Ÿ˜